DEKRANASDA DIY MENYELENGGARAKAN MUSDA TAHUN 2017

Tanggal Rilis :
Jumat, 21 April 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Lokasi :

 

YOGYAKARTA (21/04/2017)Jogjaprov.go.id,- Terpilihnya kota Yogyakarta menjadi kota Batik Dunia oleh World Craf Councilt  diterimakan di Kota Dongyang,China, tidak lepas peran dari Dekranasda DIY yang merupakan keberhasilan Dekranasda melaksanakan kegiatann diluar program.

Dinobatkan kota batik dunia tidaklah mudah, karena harus bertanggungjawab untuk mempertahankan dan mengisi kegiatan yang merujuk pada status tersebut, Hal itu disampaikan G.K.R.Hemas selaku Ketua Dekranasda DIY saat acara pembukaan Musda Dekranasda DIY Di Kantor DPD DIY ,Jum’at ( 21/04).

Dekranasda DIY telah menyelenggarakan pameran Internasional “JOGJA INTERNATIONAL BATIK BIENNALE” TAHUN 2016, yang rencananya akan dilanjutkan pada tahun 2018. Pemerintah DIY telah membentuk  panitia tetap JOGJAKARTA KOTA BATIK DUNIA, yang nantinya akan memiliki tugas khusus mengawal predikat Yogyakarta sebagaim kota batik dengan menyusun program terkait pengembangan, penelitian,pelestarian,kewirausahaan,ramah lingkungan dalam hal kerajinan dan industri bantik “kata Hemas.

Sementara itu Wakil Gubernur DIY  Paku Alam X, mewakili Gubernur DIY mengatakan bahwa, sudah banyak kegiatan dekranasda sejak tahun 1999 dalam misinya melesatarikan warisan budaya bangsa serta membina penggunaan teknologi baru dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa.

Kerajinan terkait erat dengan tradisi kehidupan dan ekonomi kerakyatan, Maka kerajinan tidak sekedar bagian dari kehidupan industri yang diukur dengan materiil ,tetapi ada misi nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu dalam pengembangan kerajinan hendaknya diperhatikan tiga fungsi yaitu: Menampung kehidupan dan tradisi budaya masyarakat, wahana job creation dan pengembangan co- creation yang melibatkan generasi perajin hibrida yang terdidik, serta sarana distribusi income yang lebih menjamin terwujudnya pemerataan.

Dekranasda juga dituntut melakukan perubahan “reorientasi, restutrurisasi dan reposisi, dengan tujuan perubahan yang dilakukan menjadi efesiensi,efektif,tidak kontroproduktif,terarah dan berada on the right track.

Yogyakarta kaya SDM Kreatif bila diperkaya dengan ragam disain etnik,akan memiliki nilai tambah guna mendukung pengembangan produk. Kerajian baru yang mendunia/Seni kriya baru adalah seni kriya tradisional dengan sentuhan moderen dapat diterima secara universal.Semula spirit globalisasi adsalah win win,namun dala, perkembangan adalah win-lose itu konsekuensinya , karena dunia bisnis adalah perang dalam harga, kualitas barang dan delivery merupakan total war antar pelaku.

Setelah acara pembukaan dilajutkan dengan agenda Musyawarah Daerah Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan agenda pemilihan kepengurusan baru Dekranasda DIY periode 2017-2022. (tim humas)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN