Jembatan Sembada Handayani : Penghubung Potensi Dua Kabupaten

Tanggal Rilis :
Kamis, 11 Januari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Wijanarto
Lokasi :
Patuk Gunungkidul

GUNUNGKIDUL.(10/01/2018).jogjaprov.go.id- Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X dengan didampingi oleh Bupati Sleman H. Sri Purnomo, Bupati Gunungkidul Hj Badingah dan Plt Kepala Dinas PUP ESDM DIY, secara resmi meresmikan Jembatan Sembada Handayani yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, tepatnya di Dusun Lemah Abang Gayamharjo Prambanan Sleman dan Dusun Gembyong Ngoro-oro Patuk Gunungkidul,pada Rabu siang (10/1).

Pembangunan jembatan dengan bentang panjang 90 m dan lebar 9 m serta dilengkapi dengan jalan yang menuju Kabupaten Sleman sepanjang 1 km dan jalan yang menuju Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2 km ini menghabiskan dana sebesar 61 miliar 300 juta rupiah yang berasal dari Danais DIY Tahun Anggaran 2017.

Dipilihnya lokasi tersebut selain karena sebelumnya telah ada jembatan gantung Lemah Abang yang dibangun pada tahun 1994-1995 namun kondisinya sudah rusak dan harus diganti, juga sebagai pilot project untuk menuju program pengembangan jaringan jalan baru Prambanan – Gayamharjo – Tawang - Ngalang  - Gading.

Pemkab Sleman dan Gunungkidul pun sejak tahun 2015 telah bekerjasama melaksanakan pembebasan lahan untuk mendukung sehingga kegiatan pembangunan jembatan dan jalan pendukungnya dapat terlaksana di tahun 2017.

Di hadapan Sekda DIY, Ir Gatot Saptadi, Anggota Tim Percepatan Prioritas Program Pelaksanaan Pembangunan DIY, Ir Rani Sjamsinarsi MT dan segenap tamu yang hadir, Gubernur DIY merasa bahagia karena harapan untuk menyaksikan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul terkoneksi dapat terwujud.

Berdirinya jembatan tersebut selain mampu membuka akses daerah yang selama ini terisolir karena berada di perbatasan, namun juga mampu menjadi konektivitas pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman dan meliputi Prambanan, Tebing Breksi, Candi Ijo, Batu Papal sampai dengan Gunung Api Purba Ngglanggeran di Gunungkidul.  Dengan terbukanya akses daerah diharapkan ketimpangan wilayah yang ada di perbatasan akan dapat teratasi.

Selain itu terbukanya akses ini dapat menjadi jalur alternatif untuk mengurangi beban kemacetan jalur Piyungan ke arah Gunungkidul terutama di musim liburan karena bisa ditempuh dari Prambanan langsung ke Gading.

Ke depan, kata Ngarso Dalem. untuk lebih menunjang aksesibilitas jalur obyek wisata Prambanan sampai Nglanggeran perlu adanya peningkatan status jalan yang semula jalan kabupaten menjadi provinsi dan yang semula jalan provinsi menjadi jalan negara.

HUMAS DIY. 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN