KOMDA Lansia DIY Audensi dengan Wagub DIY

Tanggal Rilis :
Rabu, 06 Desember 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Rudy
Lokasi :
Gedhong Pare Anom Kepatihan Yogyakarta

Yogyakarta (06/12/2017) - jogjaprov.go.d - Komisi Daerah Lansia Daerah Istimewa Yogyakarta (KOMDA DIY) melakukan audensi kepada Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, pada Rabu (06/12), di Gedhong Pare Anom, Kepatihan. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara KOMDA DIY dengan Pemerintah Daerah.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik kunjungan ini dan berharap agar KOMDA Lansia  DIY dapat memperbanyak kegiatan advokasi, serta menjadi motivasi bagi lansia - lansia yang ada di DIY, agar semangat untuk tetap beraktivitas, menjaga kesehatan dan mandiri. Wagub DIY juga menyarankan agar KOMDA DIY dapat melakukan kerjasama dengan instansi-instansi pemerintah yang lain seperti Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah untuk mendapatkan pembekalan pensiun. 

Selain silaturahmi, KOMDA DIY juga melaporkan rencana-rencana kegiatan KOMDA DIY di tahun 2018 untuk lansia - lansia yang potensial dan non potensial. Untuk lansia yang potensial, artinya harus mendapatkan layanan yang dapat mengembangkan dirinya, potensinya, termasuk kegiatan silaturahmi, dan kegiatan yang ada di lingkungannya. Sedangkan untuk lansia yang non potensial adalah lansia yang kurang beruntung, dalam hal ini akan ditangani oleh dinas sosial secara langsung. Selain itu, akan diselenggarakan Rapat Koordinasi tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Regional Jawa dan Bali.

KOMDA Lansia DIY merupakan KOMDA yang paling aktif, kerap menjadi barometer KOMDA Lansia lainnya untuk dapat menggerakan kegiatan yang bermanfaat. KOMDA Lansia DIY juga sering menjadi lahan studi banding bagi KOMDA Lansia lainnya, seperti KOMDA Lansia Belitung, Sidoarjo, dan Tasikmalaya (dis).

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN