Kunker BAPPEBTI ke DIY

Rabu, 19 April 2017

Yogyakarta (19/04/2017) jogjaprov.go.id – Menjelang puasa dan lebaran mendatang biasanya akan terjadi kenaikan bahan pokok.  Sehubungan dengan hal tersebut BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Departemen Perdagangan mengadakan Sidak ke DIY untuk melakukan indentifikasi  barang kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran 2017 pada Rabu (18/04) di pasar tradisional Beringharjo Yogyakarta. Selain itu dilakukan pula di pasar retail moderen di Superindo di Jalan Sultan Agung dan Carefour Transmart dan meninjau Gudang PT. PPI. Pantauan  tersebut dilakukan untuk Identifikasi ketersediaan stok/pasokan dan harga Bapok nasional dan daerah dan digunakan untuk mengidentifikasi langkah-langkah dan kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha.Selain itu juga untuk meningkatkan fungsi pengawasan atas barang yang beredar.

Menurut Kepala BAPPEBTI, Bahrul Cairi dari pantauan dilapangan diperoleh data bahwa, di DIY harga sangat terkendali dan tersedia cukup stock beras, gula dan minyak 3 sampai 4 bulan ke depan. Barang yang beredar di yogyakarta sama dengan rata-rata nasional.

Setelah itu BAPPEBTI juga melaksanakan Rakor dengan TPID Kabupaten kota se DIY dalam rangka stabilisasi  harga dan langkah-langkah antisipasi menghadapi Puasa dan Lebaran 2017 bertempat di Hotel Garuda Yogyakarta..

Bahrul Cairi dalam kesempatan tersebut menjelaskan mengenai adanya PERMENDAG NOMOR 20/M-DAG/PER/3/2017 mengenai Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian dan distribusi barang kebutuhan pokok. Dalam Permendag tersebut mengaturi mengenai Jenis-jenis pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok Tata cara pengajuan Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok (TDPUD Bapok). Selain itu mengatur pula mengenai Pelaporan distribusi barang kebutuhan pokok serta Sanksi.

Di kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BanK Indonesia DIY, Budi Hanoto antara lain mengemukakan tentang pentingnya stabilisasi harga atau pengendalian inflasi.

Dikatakan bahwa perlunya inflasi yang rendah dan stabil agar daya beli masyarakat terjaga dan iklim investasi kondusif agar pertumbuhan ekonomi positif dan berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam melanjutkan tren penurunan inflasi, perkembangannya di DIY sampai dengan Maret 2017 masih lebih  rendah dari nasional. Selama 2017, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar dan frekuensi berulang yang tertinggi, yaitu : volatile food (bawang merah, cabai rawit dan minyak goreng. Selain itu dipengaruhi pula dengan tarif listrik, bensin, rokok krtek filter., disamping tarip pulsa ponsel. Harga beberapa komoditas bahan pangan pokok relatif stabil, yaitu daging ayam, gula pasir dan telur ayam meskipun menunjukkan kecenderungan meningkat. Sementara minyak goreng mengalami penurunan.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY yang diwakili oleh Kabag Analisa, Dedeh memaparkan mengenai Pengendalian inflasi dari sisi produksi, distribusi dan konektivitas. Langkah yang dilakukan adalah : Pengembangan RPK oleh Bulog untuk memotong rantai distribusi pangan sekaligus mendukung tempat bantuan sosial yaitu tempat penyaluran Rastra. Jumlah RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di Seluruh di DIY sebanyak  555 RPK. Selain itu adanya Pendirian Kios Segoro Amarto oleh TPID Kota Yogyakarta sebagai price reference store. Efektivitas Kios Segoro Amarto ditindaklanjuti dengan perluasan kios di 2 pasar tradisional yaitu di pasar Kranggan dan Pasar Demangan. Dan tidak kalah pentingnya adalah Untuk menyerap produk pertanian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan, mendukung stabilisasi pasokan dan harga serta memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap bahan pokok strategis. Hingga 2016, terdapat sebanyak 43 TTI (Toko Tani Indonesia) yang tersebar di seluruh wilayah DIY.

Kunjungan Kerja BAPPEBTI diakhiri dengan peninjauan ke Gudang Bulog yang berada di Kalasan Sleman. (teb)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN