Natal Merupakan Momentum Untuk Menebarkan Kedamaian

Tanggal Rilis :
Jumat, 05 Januari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Wijanarto
Lokasi :
Bangsal Kepatihan Yogyakarta

YOGYAKARTA.(5/1/2018).jogjaprov.go.id –  Menebarkan kedamaian merupakan hal yang digarisbawahi dalam perayaan Natal setiap tahunnya. Pun demikian halnya dengan Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang dilangsungkan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis malam (4/1).

Diawali dengan penyalaan 7 buah lilin yang dilakukan secara bergantian oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua DPRD DIY, Gubernur AAU, Wakapolda DIY, Kakanwil Kemenag DIY, Uskup Agung Semarang dan Ketua PGI DIY menjadi simbol bahwa umat Kristiani diharapkan mampu menjadi penebar cahaya kedamaian bagi dunia.

Selanjutnya di hadapan segenap keluarga besar PNS, TNI, POLRI, BUMN dan BUMD DIY yang mengikuti jalannya peringatan, Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko mengingatkan bahwa Natal merupakan peristiwa reinkarnasi cinta Allah kepada manusia melalui pengutusan Yesus ke dunia untuk membebaskan umat manusia dari dosa. Karena dosa lah yang membuat hubungan manusia dengan Allah tidak berjalan baik. Sehingga Natal merupakan momentum untuk lahir kembali, mengumregahkan damai Kristus dan membagikannya kepada orang lain sehingga tercapai kedamaian dalam hidup.

Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu yang menjadi tema perayaan tahun ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para jemaat. Dan lebih jauh hal ini dapat diwujudkan dengan menghayati kerukunan Allah yang damai, adil dan saling menerima dalam keanekaragaman.

Disampaikan pula oleh Sultan bahwa jika dilihat dari sejarah, Jogja sendiri melalui peristiwa Hijrahnya Sukarno-Hatta ke Yogyakarta pada 4 Januari 72 tahun yang lalu menunjukkan bahwa cara berjuang yang berasaskan Pancasila disemaikan dan mewujud nyata pada semangat Kebhineka-Tunggal Ikaan. Dan momentum itu membawa makna sejarah  bahwa dari kota ini tonggak awal pergulatan sebagai bangsa yang BERBEDA-BEDA latar belakang namun tetap SATU dalam mencita-citakan kemerdekaan bangsanya.

Selain mendengarkan sambutan dan hikmah Natal, tamu undangan dihibur dengan kesenian Paduan Suara Pesparawi, G Worship band, Operette Natal dan VG Mlenuk Voice.

 

HUMAS DIY.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN