Param Para Praja DIY Cari Masukan Implementasi Danais di Gunungkidul

Tanggal Rilis :
Senin, 12 Februari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Sis
Lokasi :
Ruang Rapat V Pemda Gunungkidul di Wonosari

GUNUNGKIDUL (10/02/2018)jogjrov.go.id. – Dengan masuknya Dana Keistimewaan DIY sejak tahun 2015  sampai saat ini berpengaruh besar terhadap perkembangan Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul bahkan Persentase kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul pun mengalami penurunan yaitu pada  tahun 2015 angka kemiskinan Kabupaten Gunungkidul 21,23 % turun menjadi 19,34 % dan tahun 2017  turun lagi sebesar 18,65% atau turun sebesar 0,69% dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar 19,34%.

Paparan demikian disampaikan Bupati Gunungkidul Hj.Badingah.S.Sos di Ruang Ruang Rapat V Lantai II gedung Pemda Kabupaten Gunungkidul di Wonosari, ketika menerima Kunjungan Kerja Rombongan  Param Para Praja DIY yang di pimpin Ketuanya Prof.Dr.M.Mahfud MD bersama 4 orang anggota lainnya (Prof. Dr. Amin Abdullah, Hermin Kusmayati, GPH Wijoyo Harimurti. Suyitno SH, M.Hum.) yang juga didampingi Kepala-kepala SKPD di Lingkungan Pemda DIY siang tadi (jum,at,10/02).

Adapun tujuan kunjungan Kerja ke Kabupaten Gunungkidul menurut Ketua Param Para Praja Prof.Dr.M.Mahfud.MD dalam rangka ingin mendapatkan masukan dan problem/kendala/hambatan dan  masalah yang dihadapi Kabupaten Gunungkidul terkait dengan implementasi  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY serta  pelaksanaan Kegiatan Dana Keistimewaan DIY.

Lebih lanjut Sekda Kabupaten Gunungkidul Ir.Drajad Ruswandono dalam paparannya menambahkan bahwa Total Alokasi Dana Keistimewaan DIY di Kabupaten Gunungkidul pada dokumen awal tahun anggaran  2017 sebesar Rp37.255.000.000.

Dana Keistimewaan diberikan untuk Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh 3 (tiga) perangkat daerah yaitu: Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Pagu anggaran  mengalami perubahan jumlah menjadi Rp.26.930.424.925, terdapat pengurangan dana sebesar Rp10.324.575.075 dari pagu awal.

Anggaran tersebut untuk bidang Kebudayaan  khususnya  untuk Pelestarian Warisan Budaya Benda dan Cagar Budaya. Pagu anggarannya adalah Rp24.883.005.925 dengan realisasi fisik mencapai 100%, sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp23.597.630.650 atau 94,83%. Sisa anggaran sebesar Rp1.285.375.275. Bidang  Pertanahan dan Tata Ruang Pagu dana tahun 2017 adalah Rp1.547.419.000. Realisasi fisik sampai mencapai 100%, sedangkan realisasi keuangan Rp.1.397.454.850 atau 90,31%.

Sementara itu ketika dialog dengan Tim Param Pra Praja DIY  Kepala Dukcapil Gununungkidul menyarankan  melalui Parampara praja bahwa masalah pertanahan sangat pelit dan sangat sensitive oleh karena itu Pemerintah  DIY terkait masalah ini agar tegas sesuai aturan hokum yang berlaku, karena masalah pendataan pertanahan SG  ini di Kabupaten Gunungkidul belum selesai 100 %. Oleh karena itu segera diselesaikan  sekaligus membuat pathok pembatas tanahnya yang jelas agar tidak terjadi sengketa dikemudian hari.

Sementara seusai dialog dengan Kepala OPD di Kabupaten Gunungkidul itu Prof.Dr.M.Mahfud.MD di wawancarai Wartwan yang mencegatnya terkait usulan dilaksankannya Musrenbang khusus Dana Keistimewaan sampai Desa dia menyatakan bahwa  menyangkut itu bukan wewenangnya atau memberikan solusi langsung, namun kedatangan parampara projo ke Gunungkidul untuk menampung saran,usulan dan masukan yang ditampung Param paraPraja untuk disampaikan Sultan . Namun Usulan tersebut sangat bagus, karena hal itu akan lebih transparan,untuk membuka jalur untuk saling komunikasi  untuk maju bersama masyarakat.

Dalam kunjungan ini Param Para Praja sangat banyak hal masukan  mengubah pemahaman  tentang  tentang toleransi, tentang kemajuan-kemajuan serta penggunaan Danais  dan ini sangat menarik, karena Jogja ini unik,  Daerah yang berbasis  cultur feodal ,kerjaan tetapi  sosiologisnya menjadi demokratis dan menjadi juara demokratis 3 tahun berturut-turut di Indonesia.Kan aneh,justru keistimewaan itu dirasakan.

Disinggung bagaimana penilaian Param Para Praja terhadap pelaksanaan Danais DIY   selama ini ? Prof.Dr.M.Mahfud menambahkan  Pemda DIY maupun Kabupaten Gunungkidul cukup bagus mengelolanya,” tingkat penyerapannya bagus, Penyerapan tersebut juga telah diikuti dengan prosedur yang benar, Cuma problemnya sering didengan masyarakarkat belum menikmati Danais itu dan memang masyarakat tidak menerima secara instant tetapi structural yang mudah dipertanggungjawabkan. Karena kalau sembarangan  dan masyarakat tidak bisa membuat pertanggungjawaban  sesuai aturan kan repot “ mengakhiri penjelasannya.(  Karna)

 

 

 

HUMAS DIY

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN