Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kepatihan Yogyakarta

Tanggal Rilis :
Rabu, 27 Desember 2017
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Toro, UMY
Lokasi :
Bangsal Kepatihan

Yogyakarta (27/12/2017) jogjaprov.go.id – Nabi Besar Muhammad SAW pada jamannya mampu dan berhasil membangun wilayahnya menjadi wilayah yang sangat maju diberbagai bidang. Hal ini adalah bukti nyata dari Islam yang “Rahmatan lil Alamin”. Ini merupakan bukti kerukunan persatuan dan lintas etnis, lintas agama serta lintas antar kelompok. Ini juga merupakan bukti sistem perekonomian yang berkeadilan, mengedepankan kesejahteraan bersama dan pemerataan. Demikian disampaikan Sekda DIY, Gatot Saptadi mewakili Gubernur DIY dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pagi ini, Rabu (27/12) di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Lebih lanjut diungkapkan pula bahwa, dengan menerjemahkan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah, maka diharapkan kaum muslimin dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mempunyai contoh yang baik dan lengkap. Jangan sampai terjadi hanya sebatas untuk dikagumi, tetapi jarang berusaha mengamalkan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir sambutannya Gubernur DIY menegaskan memperingati Maulid Nabi SAW berarti kita berani menyatakan komitmen, menggerakkan tenaga dan upaya meneruskan dan merealisasikan misi ke-nabian Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan kita.

Sementara itu KH. Ahmad Muwafiq, Ulama  dari DIY dalam mengawali tausiyahnya mengatakan bahwa, “muludan” itu intinya  adalah makan-makan. Ini dibuktikan telah banyak negara yang dikunjunginya  dalam memperingati maulid adalah berbentuk kegiatan makan-makan.  

Yogyakarta mempunyai tanggung jawab besar atas berkembangnya Islam di Indonesia, ini dibuktikan bahwa segala sesuatunya bisa diadaptasikan dengan budayanya. Bagaimana memahamkan Islam terhadap bangsa yang sudah maju dengan kearifan dan kebudayaan sehingga orang biasa menghargaai perbedaan. Para wali berdasarkan firman Allah dalam Surat At-Tin dalam mengislamkan orang.

Untuk menjaga NKRI KH Ahmad mengajak para jamaah yang terdiri dari pejabat dan aparat DIY agar Pancasila tetap berdiri kokoh sebagai dasar negara. Baladil amin sudah terbentuk di bumi Indonesia ini dengan nisakon gholidhonnya, yaitu Pancasila, tandasnya. Di jaman Rasulullah dulu nisakon gholidhonnya menggunakan Piagam Madinah.

Rasulullah membangun bangsa dengan cara bangsanya masing-masing dengan ukuran kemampuan masing-masing. Sehingga untuk Indonesia haruslah menggunakan Ahsani Takwimnya Indonesia, maka ajarkanlah sesuai  dengan kepribadian Indonesia.

Rasulullah merupakan Rahmatan Lil ‘alamiin, rahmat untuk seluruh alam. Beliau mengajarkan untuk mensinergikan semuanya sesuai dengan Surat ke 59 dalam Al Qur’an yaitu At-Tin, Waha dal balatil amin. Jangan mengaku umat Rasulullah kalau tidak bisa menciptakan keamanan dan ketentraman sebuah bangsa, tambahnya.

Jangan sampai melupakan sejarah, karena sejarah Islam Indonesia bermula dari sana. Agar hari ini bukanlah kesombongan terhadap masa lalu, karena orang yang sombong masa lalunya tidak akan bisa menatap masa depannya, demikian tandasnya dalam menutup tausiahnya.

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN