Sekda DIY Buka Pameran Produk Ekspor Daerah di JEC

Tanggal Rilis :
Kamis, 12 Oktober 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
diska
Lokasi :
JEC

YOGYAKARTA. (12/10/2017). jogjaprov.go.id- Sekretaris Daerah DIY Ir. Gatot Saptadi, membuka acara Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) Jogja, pada Kamis (12/10) di Jogja Expo Center.

Sekretaris Daerah DIY Ir. Gatot Saptadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bukti nyata telah dilaksanakan upaya pembinaan oleh pemerintah dan stakeholder, terkait dalam melakukan kegiatan pemberian modal usaha, edukasi, asistensi, dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas wirausahawan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Ir. Budi Antono, M.Si. melaporkan bahwa kegiatan PPED 2017, merupakan pelaksanaan yang ke-22. Penggerak kegiatan PPED ke-22 merupakan program dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional Departemen Perdagangan RI, yang dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Provinsi Sulawesi Selatan di Makasar dan   Daerah Istimewa Yogyakarta  di JEC. Sampai saat ini penyelenggaraan PPED di DIY  masih bertahan sebagai pameran lokal berskala ekspor, sebagai usaha untuk menaikkan kelas UMKM pemula yang akan memperluas pasar ke pasar ekspor sebagai eksportir. PPED dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 12-16 Oktober 2017 di JEC. Peserta PPED berasal dari  beberapa daerah di Wilayah RI baik provinsi mau pun kabupaten.

Acara pembukaan Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) Jogja dihadiri oleh 250 peserta diantaranya asosiasi-asosiasi yaitu HIMKI, ASEPI, IWAPI dan ASMINDO. Pada acara PPED 2017 panitia menyediakan 40 stan untuk Disperindag dan 40 stan untuk UMKM dan Dinas di luar Jogja. (dsn)

 

TIM HUMAS DIY

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN