Untuk Sempurnakan RUU Kewirausahaan Nasional Pansus DPR-RI ke DIY

Tanggal Rilis :
Selasa, 13 Februari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Eko Wijang
Lokasi :
Gedung Pracimosono,Kepatihan,Yogyakarta

YOGYAKARTA (13/02/2018)jogjaprov.go.id. – Rancangan Undang-Undang Kewirausahaan Nasional adalah sebagai upaya untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru di Indonesia. Sehingga perlu adanya pembahasan secara cermat dan teliti untuk melahirkan sebuah regulasi yang mempercepat pertumbuhan wirausaha di Indonesia.  Dengan regulasi baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan mental generasi muda dalam berwirausaha, dan merupakan salah satu cara untuk membangun jiwa-jiwa yang tangguh. Karena walaupun seorang memahami strategi wirausaha akan tetapi bila tidak berani terjun kedalam dunia usaha, maka proses wirausahapun tidak akan terwujud.

 

Harapan tersebut di sampaikan Gubernur DIY Hamengku Buwono X yang disampaikan Sekda DIY Ir,Gatot Saptadi ketika  menerima rombongan Pansus RUU Kewirausahaan DPR RI siang tadi (Selasa, 13/02) di Gedung Pracomosno, Komplek Kepatihan Yogyakarta.

 

Tujuan Pansus RUU Kewirausahaan DPR-RI yang dipimpin Ichsan Firdaus dari Fraksi Golkar   ke Yogyakarta dalam rangka selain ingin mendapatakan masukan, saran dari Pemda DIY bahkan mungkin sudah ada perda kewirausahaan di DIY sehingga RUU ini akan lebih sempurna jika nanti di undangkan . Selain itu kunjungan ini juga sesuai tugas dan fungsi DPR-RI yaitu pengawasan dan legislasi ingin mendapatkan informasi mungkin ada factor penghambat untuk tumbuh dan berkembangnya  kewirausahaan yang ada di DIY.

 

Menanggapi apa yang disampaikan  Pimpinan rombongan Pansus RUU Kewirausahaan DPR-RI tersebut Kepala Biro  Adminsitasi Perekonomian dan Sumberdaya Alam DIY Ir. Sugeng Purwanto.MMA dalam paparannya menjelaskan bahwa terkait dengan perkembangaan berusaha dan Kewirausahaan baru  di DIY cukup tinggi yaitu pada tahun 2016 terdata wirausaha baru yaitu 16.956 wirausahawan baru.

 

Sementara itu kalau menyangkut perda DIY belum ada, tetapi sesuai arahan Presiden RI sesuai dengan Perpres 91 tahun  untuk percepatan wirausaha di DIY telah terbentuk Satgas  percepatan berusaha/wirausaha  di tingkat DIY maupun  Kabupaten/Kota dengan diterbitkannya SK Gubernur DIY Nomor :25/KPTS/2018 tentang satuan Tugas Percepatan  Pelaksaan Berusaha DIY .

 

Dibagian lain Gubernur DIY dalam kesempatan sambutannya menambahkan bahwa dengan dasar filosofi pembangunan  DIY yaitu Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengandung makna sebagai kewajiban melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat dari pada memenuhi ambisi pribadi. Filosofi ini merupakan sebuah cita-cita luhur untuk mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya.

 

Hamemayu Hayuning Bawono memiliki makna filosofi kepemimpinan yang selalu mengupayakan peningkatan kesejahteraan rakyat dan mendorong terciptanya sikap serta perilaku hidup individu yang menekankan keselarasan dan keserasian antara sesama manusia,  manusia   dengan alam, dan manusia dengan illahi dalam melaksanakan hidup dan kehidupannya.

Yang tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah pada dasarnya adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur melalui pemberian pelayanan secara prima kepada masyarakat di daerah. Untuk itulah, birokrasi Pemerintah Daerah DIY telah melakukan transformasi perannya. Jika dahulu Pemerintah Daerah DIY memiliki peran sebagai pelaksana langsung suatu urusan dan layanan, kini fungsinya adalah sebagai pengatur dan pengendali, atau bersifat katalisti, tandasnya.

Adapan rombongan  RUU Kewirausahaan DPRRI adalah A Indra Lukman dari Fraksi PDI, Gde Sumarjaya SE dari Fraksi Golkar, G.budi Djiwandono dari Frkasi Gerindra,  Rinto Subekti.SE.MM, dari Fraksi  Partai demokrat,  H.Nasril Bahar.BE.SE dari Fraksi PAN, Siti Mukharomah .S.Ag dari Fraksi PKB, Zulfan Lindan dari Fraksi Nasdem dan H.Inas Nasrullah.BE.SE dari Fraksi Hanura.

Usai bertemu dengan Pejabat Pemda DIY rombongan Pansus RUU Kewirausahaan selain melanjutkan pejalanan  bertemu dengan  jajaran Fakultas Ekonomi UGM juga akan mengunjungi sentra UKM di Manding, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.(Karna)

 

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN