Upacara Peringatan Hapsak Di Kepatihan Yogyakarta

Tanggal Rilis :
Minggu, 01 Oktober 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Karna.S
Lokasi :
Kompleks Kantor Gubernuran DIY, Kepatihan,Yogyakarta.

Yogyakarta (1/10/2017) jogjaprov.go.id – Dibawah sinar matahari pagi yang menyegarkan, pada hari Minggu, tanggal 1 Oktober 2017 ini Pemda DIY melaksanakan upacara dalam rangka Peringatan Hari Pancasila Sakti yang berlokasi di Halaman Kepatihan, Danurejan Yogyakarta dengan Inspektur Upacara Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Gatot Saptadi yang diikuti oleh segenap pimpinan OPD serta karyawan dan karyawati.

Dengan lugas dan tegas Gatot Saptadi membacakan Teks Pancasila yang diikuti oleh segenap peserta Upacara. Selain itu dibacakan pula Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 serta Ikrar oleh petugas.

Pada kesempatan yang sama dibacakan Sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengku Buwono X oleh Inspektur Upacara.

Gubernur DIY pada momen tersebut antara lain mengingatkan kembali bahwa Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, falsafah ideologi dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pandangan hidup , dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.

Tema yang diusung dalam peringatan kali ini adalah “Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur”. Dengan tema tersebut Gubernur mengingatkan kita bersama untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa, untuk dapat merekat erat sebagai kepribadian bangsa. Hal ini sangat penting karena dengan kondisi sosiokultural yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia.

Humas DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN