Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah Musyawarah Pelestari Tosan Aji Nusantara

Tanggal Rilis :
Jumat, 24 Februari 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Wijang
Lokasi :

 

 

Sultan HB X: Jangan beranggapan keris identik dengan dunia klenik,mistik pendapat seperti itu harus diluruskan Senopati .

 

 YOGYAKARTA (24 /02/2017)jogjaprov.go.id. – Musyawarah Serikat Pelestari Tosan Aji (Senopati) Nusantara Tahun 2017 untuk yang pertama kalinya di langsungkan di Gedung Pyramid,Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sore petang tadi (Jum’at,24/02) di buka Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang juga dihadiri sesepuh Tosan Aji Nusantara, Bupati Bantul Suharsono, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono serta Kepala SKPD DIY maupun Kabupaten Bantul.

 

Menurut Ketua Formatur Musyawarah Senopati M Hidayat dalam laporan penjelasannya mengatakan Musyawarah yang digelar selama 3 hari ini bertemakan “ Kaum muda dan kebangkitaan Tosan Aji Nusantara Giat dan Bekerja Bersama Demi Lestarinya Serikat Pelestari Tosan Aji (Senopati) Nusantara.” Adapun Anggota paguyuban, penggemar tosan aji dari seluruh Indonesia meliputi lembaga pendidikan ,Tokoh dan pembuat Tosan aji, penggemar tosan aji, kolektor tosan aji se nusantara.

 

Adapun Tujuan Musyawarah ini adalah terbentuknya Organisasi Senopati yang nantinya akan menjadi penggerak budaya Tosan aji nasional dan menjadi jembatan penghubung yang sinergis antara pemerintah dan lembaga terkait lainnya serta mampu memberikan kontribusi positif budaya yang nyata.

 

Dilaporkan M.Hidayat bahwa dari tahun ke tahun kolektor/pecinta, penggemar dan pembuat tosan aji semakin banyak. Di Yogyakarta saja lebih dari 200 pengrajin keris,di Surakarta ada 8o pengrajin keris dan paling banyak di sumenep Provinsi Jawa Timur sebanyak 648 empu keris, selain itu di provinsi Bali, Kota Lombok dan daerah lainnya di luar Pulau Jawa empu keris juga puluhan berkembang .

 

Disampaikan Ketua Formatur Senopati menambahkan bahwa Paguyuban, kolektor tosan aji juga semakin berkembang penggemarnya di Indonesia dan ini merupakan salah satu potensi budaya bangsa dan belum tertangani /terwadahi dengan baik oleh pemerintah ,lembaga maupun organisasi Tosan aji sendiri. Oleh karena sejak dahulu masyarakat tosan aji mendambakan suatu gerakan yang secara nyata secara nasional sehingga para tokoh tosan aji seluruh Indonesia berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya Senopati Nusantara di kota Ponorogo pada tanggal 4 Oktober 2016 yang lalu.

 

Musyawarah Senopati Nusantara yang diikuti berbagai organisasi/perkumpulan atau paguyuban Tosan Aji se Nusantara ini akan berlangsung mulai hari ini tanggal 24 hingga 26 Februari 2017 di Gedung Pyramid, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dengan agenda penyusunan visi,misi dan tujuan serta penyusunan program kerja dan pembentukan pengurus serta Pameran Tosan aji, Sementara itu sebelum membuka Musyawarah Senopati Gubernur DIY menyatakan bahwa Tosan aji keris bukan hanya senjata tetapi juga pencerminan pandangan hidup ,rasa dan status sosial andas Sultan keris juga mempunyai kekuatan supranatural dan dapat mempengaruhi kehidupan sang pemilik. Keris bukan lagi seekedar berbentuk besi mati, tetapi dipandang sebagai sesuatu yang hidup ya ng memiliki kehendak .Sehngga perlakuan terhadap keris selalu diliputi oleh pehormatan dan upacara bagi tiap orang kering diliai lebih tinggi lagi.

 

Dibagian lain Gubernur DIY dalam sambutannya mengingatkan bahwa banyak pihak menilai keris dari sisi mistis, oleh karena itu pendapat seperti itu harus diluruskan Senopati ini , sebab jika tidak diluruskan tandas Gubernur DIY UNESCO bisa menarik pengakuannya karena beranggapan keris identik dengan dunia klenik, mistik sehingga tidak sesuai dengan naskah akademik.

 

 Oleh karena itu Gubernur DIY mengharapkan para ahli mendalami mengungkap rahasia teknologi yang menjadi bahan baku pembuatan keris bagaimana menilai keris sebagai kebanggaan nasional dan kita harus belajar dari Singapura dengan menggunakan istilah-istilah keris pada tempat tempat strategis sebagai penghargaannya.

 

Diakhir sambutannya Gubernur DIY mengapresiasi Pameran ,bursa, workshop teknik pembuatan keris ini dapat lebih mengukuhkan baik sebagai simbul sejarah sebagai warisan budaya bangsa dan keris mempu menjawab tantangan jaman. Pembukaan Musyawarah Senopati selain ditandai dengan pemukulan bende juga ditandai dengan penandatangan serta peluncuran buku Pesona Keris Nusantara yang dimeriahkan dengan beksan Sekar Widyatuti.(Kar)

 

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN