Anggota Komisi VI DPR Meninjau Pasar Induk Giwangan

Kamis, 20 April 2017

YOGYAKARTA.(20/04/2017).jogjaprov.go.id – Menyadari peran penting pasar tradisional dalam fungsinya sebagai penyangga ketahanan pangan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya melakukan rebranding pasar tradisional dengan terus menyediakan sarana dan prasarana serta memperbaiki manajemen pelayanan publik, agar tetap diminati oleh masyarakat.

Melihat peran Pasar Giwangan pasar induk terbesar di kawasan Yogyakarta yang menyediakan buah dan sayuran, maka hari ini, Kamis (20/04) anggota Komisi VI DPR yang membidangi bidang Industri, Investasi, dan Persaingan Usaha dengan dipimpin oleh Ir H Azam Azman Natawijana dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Pantauan Harga Kebutuhan Pokok, meninjau langsung ke pasar ini.

Sebelum meninjau kondisi fisik Pasar Giwangan, terlebih dulu diadakan pertemuan yang berlangsung di Aula Pasar Giwangan Blok G3 T2, Pj Walikota Yogyakarta, Drs. Sulistiyo yang berkesempatan menemui langsung, menyampaikan bahwa Pasar Giwangan terdiri dari 152 kios, 634 los dan 354 lapak. Merupakan satu-satunya pasar induk yang beroperasi 24 jam. Aktivitas tertinggi pada sore sampai pagi. Pasar ini termasuk pasar tipe 2 dengan luas lahan mencapai 24594 m2 luas bangunan 18582m2 dan 1123 pedagang dengan rata omset perbulan 51 milyar dan retribusi rata-rata 102.160.000/bln.

Kunjungan Anggota Komisi VI DPR kali ini, didampingi oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri BULOG, Imam Subowo, dan Sutikno, Staf Ahli Kementerian Perdagangan RI, dan perwakilan BKPM RI.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut perwakilan dari TPID DIY, dan juga perwakilan dari Paguyuban Pedagang Pasar Giwangan. Berbagai masalah diungkapkan dalam pertemuan tersebut diantaranya mengenai kondisi sampah yang belum terkelola dengan baik, persaingan antara pedagang grosir dan eceran.

Lebih lanjut Imam Subowo, menjelaskan kepada anggota dewan mengenai kecukupan ketersediaan Sembako di DIY sampai dengan Hari Raya Idul Fitri mendatang dan juga upaya yang akan dilakukan oleh BULOG dalam memotong rantai distribusi bahan pangan dan pertanian, karena selama ini rantai distribusi ditengarai menjadi penyebab lain fluktuasi harga sembako selain faktor suplai. Dan juga upaya yang telah dilakukan untuk memantau harga sembako di pasaran.

Usai mendengarkan paparan, dan berdiskusi, rombongan Anggota Komisi VI DPR RI diajak berkeliling meninjau lokasi Pasar Giwangan. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Pasar GIwangan, Pasar Giwangan terdiri dari beberapa blok, antara lain G3B, G3T2, G3T1, GNBE, Lapak Utara Hanggar, dan Pasar Giwangan Lama yang belum terevitalisasi.(nir)

TIM HUMAS DIY.

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN