Atlet Paralayang DIY Sarat Potensi Namun Belum Mendapat Pengakuan KONI

Tanggal Rilis :
Rabu, 01 Maret 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
rh
Lokasi :
Gedhong Pare Anom

YOGYAKARTA.(01/03/2017).jogjaprov.go.id – Kenyataan bahwa paralayang sebagai salah satu olahraga dirgantara yang berada di bawah naungan FASI DIY namun masih mengalami kendala dalam pembinaan prestasi atlet lah yang mendorong Bidang Olahraga Paralayang, FASI DIY untuk sowan kepada Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X.

Saat diterima oleh Wagub DIY di Gedhong Pare Anom Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (01/03) pagi ini, Kepala Bidang Olahraga Paralayang DIY, Alfari Widi Asmara menyampaikan bahwa selama ini cabang olahraga paralayang  DIY  telah diberikan fasilitas tempat untuk berlatih para atletnya oleh Dinas Pariwisata DIY. FASI DIY pun telah mampu mencetak atlet-atlet paralayang yang bagus namun sampai hari ini masih belum ada pembinaan prestasi dari KONI.

Sudah beberapa tahun ini FASI DIY berusaha untuk mengajukan permohonan ke KONI namun belum ada tanggapan. Maka dalam kesempatan ini perwakilan FASI DIY, meminta masukan dan bantuan dari Paku Alam X agar paralayang dapat diterima masuk menjadi salah satu cabang olahraga dirgantara yang diakui oleh KONI Pusat.

Dalam dialog yang berlangsung santai ini, Sdr Alfari juga menginformasikan kepada Wagub DIY mengenai Jogja Air Show, yang merupakan event olahraga dirgantara terbesar dan akan diselenggarakan pada tanggal 26-30 April 2017, acaranya meliputi pemecahan rekor terjun paying big formation di Gading Gunung Kidul, Jupiter Acrobatic di Malioboro, Parangtritis, Sleman dan Kulon Progo. Sedangkan kegiatan akan dipusatkan di Parangtritis, paralayang, paramotor, terjun payung dll.

Yang terdekat, pada Maret 2017 sudah dijadwalkan event paralayang Kasau Cup di Sumedang Jawa Barat, DIY mengirimkan atlet yang berpotensi akan dikirimkan dengan biaya swadaya.(nir)

TIM HUMAS DIY.   

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN