BPAD DIY Adakan Bedah Buku : Jogja Memang Istimewa

Tanggal Rilis :
Rabu, 15 Maret 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
alh
Lokasi :
Grhatama Pustaka

YOGYAKARTA (14/03/2017) jogjaprov.go.id – Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menyelenggarakan acara Bedah Buku karya Bambang Yudoyono yang berjudul “Jogja Memang Istimewa” pada Senin (14/03) di ruang Seminar Lt. 3 Grhatama Pustaka Balai Layanan Perpustakaan-BPAD DIY, Jalan Janti, Banguntapan Bantul.

Acara dibuka langsung oleh Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo, SH, MM. Beliau menyatakan bahwa diadakannya bedah buku berjudul Jogja Memang Istimewa ini dirasa sangat perlu karena dalam buku tersebut terdapat sejarah-sejarah mengenai keistimewaan DIY yang patut diketahui oleh aparatur Pemerintahan pada khususnya, dan oleh masyarakat DIY pada umumnya.

Bedah Buku Jogja Memang Istimewa dihadiri oleh Anggota Paramparapraja, Prof. Dr. Soetaryo, Sp.A(K), selaku pembedah buku 1, Kepala Bappeda DIY, Drs. Tavip Agus Rayanto, selaku pembedah buku 2, serta dipandu oleh moderator handal, Siwi Lungit dari TVRI Yogyakarta.

Bambang Yudoyono (BY) selaku penulis mengatakan bahwa pemilihan waktu bedah buku pada 13 Maret, karena dikaitkan dengan isi buku karya beliau dan perjalanan mengenai eksistensi DIY. Sekitar 262 tahun yang lalu, Pangeran Mangkubumi memproklamasikan Kasultanan Ngayogyakarta, sehingga pada 13 Maret bertepatan dengan Hadeging Nagari Ngayogyakarta.

BY menjelaskan bahwa penulisan buku ini sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu, sejak masalah RUUK menjadi perdebatan publik. Tetapi karena beberapa hal yang berkaitan dengan masalah-masalah non substansial, penyelesaiannya tertunda selama beberapa tahun, sehingga baru bisa terselesaikan pada 2016 lalu. Dan motivasinya adalah melihat kenyataan bahwa pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah dan asal-usul DIY secara umum masih sangat terbatas. Secara kuantitas sifatnya masih terbatas di kalangan tertentu, belum menjadi pengetahuan dan pemahaman di ranah masyarakat umum.

Soetaryo selaku pembedah 1, mengatakan bahwa keistimewaan yang didapat DIY adalah suatu anugrah yang memang harus dijaga. Mengetahui dan memahami sejarah keistimewaan juga merupakan suatu bekal untuk mempertahankan Jogja yang istimewa.

Tavip Agus selaku pembedah 2, mengatakan sangat apresiasi terhadap karya penulis, sebab juga dengan adanya buku ini semoga bisa menambah wawasan pihak aparatur pemerintahan dan masyarakat tentang keistimewaan jogja yang patut dipertahankan, karena keistimewaan sebagai reminder untuk dijaga dan diharapkan juga ada progress.

Dalam acara tersebut hadir pula pihak-pihak keraton, arsiparis, asisten keistimewaan, dan para tamu undangan. Dan acara tersebut mengundang banyak pertanyaan dari tamu undangan yang hadir baik berupa masukan, saran, dan tanggapan untuk buku maupun terkait Jogjakarta sendiri. (siti)

TIM HUMAS DIY. 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN