MACI Yogyakarta Gelar Rakercab Ke-2 Februari 2018 Mendatang

Tanggal Rilis :
Selasa, 30 Januari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
alh
Lokasi :
Gedho

YOGYAKARTA.(30/01/2018).jogjaprov.go.id- Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta, kepengurusan Kabinet Guyup Rukun 2016-2020 akan menggelar Rakercab ke-2 dengan agenda evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan dan membahas agenda program kerja tahun berikutnya pada bulan Februari 2018 mendatang. Diperkirakan 100 anggota berpartisipasi dalam acara.

Tak hanya itu, dalam Rakercab ke-2, akan dibahas pula hal-hal terkait KTA (Kartu Tanda Anggota) sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolda DIY agar anggota klub motor tercatat dalam organisasi yang menaunginya.

Dalam rangka itulah, Atmaji Apriliyanto dan Mustagfirin selaku ketua dan sekretaris MACI Yogyakarta menemui Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X yang sekaligus juga merupakan pembina MACI Yogyakarta untuk menginformasikan seputar kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut seraya meminta Wagub DIY untuk dapat hadir dan menyumbangkan pemikiran demi kemajuan organisasi MACI Yogyakarta ke depan.

Dalam pembicaraan yang berlangsung santai di Gedhong Pare Anom, dikemukakan ide dari anggota MACI Yogyakarta agar Rakercab ke-2 dapat dilaksanakan di tempat yang memiliki nuansa Jawa serta agar acara yang diselenggarakan juga mempunyai muatan unsur budaya Jawa disesuaikan dengan keberadaan MACI Yogyakarta.

Ke depannya, Wakil Gubernur DIY, meminta agar MACI Yogyakarta dapat menjadi organisasi yang mempunyai peran dalam masyarakat dan pelestarian budaya.

HUMAS DIY.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN