SPATS dan SPAM Jadi Solusi Warga Gunungkidul Peroleh Air Bersih

Tanggal Rilis :
Minggu, 04 Februari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Beny
Lokasi :
Gunungkidul

Warga Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih. Hal ini karena Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah melakukan proyek Instalasi Instalasi Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS) dan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di lokasi yang terkenal sulit air bersih itu.

 

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam Peresmian dan Serah Terima Instalasi SPAM dan SPATS pada Kamis (01/02) di Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul mengatakan, air merupakan salah satu elemen sangat penting di bumi. Air bahkan menjadi elemen yang sangat signifikan bagi kehidupan makhluk hidup sebagai kebutuhan vital.

 

“Kebutuhan akan air tidak dapat terpisahkan dari kehidupan makhluk hidup sehari-hari. Karena itu, pelaksanaan kegiatan program pengembangan industri yaitu sistem pompa air tenaga surya dan pengolahan air bersih yang sudah berjalan sejak 2017 ini sangat penting artinya bagi masyarakat. Apalagi mengingat wilayah Gunungkidul ini ketersediaan airnya sangat terbatas,” ujar Sri Paduka.

 

Sri Paduka Paku Alam X pun berterima kasih pada Kemenristekdikti dan pihak-pihak yang telah membantu, sekaligus mengatasi permasalahan warga Gunungkidul, khususnya terkait kebutuhan air bersih. Wakil Gubernur DIY pun berharap seluruh warga bisa menikmati air bersih yang sangat dibutuhkan itu dengan cara yang lebih mudah dan murah.

 

“Dengan adanya instalasi ini warga tidak lagi harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer untuk mendapatkan air, atau harus mengeluarkan uang yang relatif besar untuk membeli air. Ini tentunya hal yang sangat mengembirakan kita semua karena kini potret sulitnya mendapatkan air bersih sudah bisa diatasi dan dikurangi. Seiring berjalannya waktu potret sosial yang menjadi salah satu penyebab warga tidak pernah luput dari kemiskinan ini, dimungkinkan juga akan bisa berkurang,” imbuh Sri Paduka.

 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. mengungkapkan, proyek SPATS dan SPAM merupakan hasil kerja sama guna meningkatkan kesehatan warga masyarakat di Gunungkidul. 

Dalam hal ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui unit kerja Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE) sebagai pelaksananya melakukan rancangbangun subsistem teknologi pemompaan air dengan submersible pump bertenaga surya, sementara UPN Veteran Yogyakarta melakukan rancangbangun subsistem pengolahan air baku yg berhasil dipompa. Kedua subsistem tersebut dilakukan atas alokasi dana dari Kemristekdikti melalui program PPTI Tahun Anggaran 2017.

“Kementerian ingin membantu menyelesaikan masalah air secara nasional. Dan ini adalah tahap pertamanya. Kalau yang di Gunungkidul ini berhasil dengan baik, tahap berikutnya akan kami lakukan di tempat lain,” papar Nasir.

Nasir pun menegaskan pada masyarakat Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko yang menghadiri peresmian tersebut untuk mau melakukan pemeliharaan. Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Daerah DIY untuk membantu warga dalam pemeliharaan infrastruktur air bersih yang telah ada itu. Nasir pun mengatakan, teknologi yang diterapkan pada SPATS bisa menjadi solusi bagi daerah lain yang kekurangan sumber energi listrik. 

“Bagi daerah yang memiliki mata air di bawah tanah, teknologi ini bisa kita terapkan, utamanya bagi daerah yang tidak atau kurang ketersediaaan listrik. Dengan mengandalkan tenaga matahari dan teknologi solar cell, pengadaan air bersih bukan hal yang mustahil,” imbuhnya.

 

Diakui Bupati Gunungkidul Badingah, wilayah Gunungkidul sebenarnya memiliki sumber air yang melimpah. Namun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum mampu atau memiliki teknologi efisien yang mampu mengangkat air yang sumbernya berasal dari bawah tanah. Sumber air bawah tanah tersebut kebanyakan berada di wilayah Gunungkidul bagian selatan.

 

Pada acara tersebut, hadir pula para anggota Komisi VII DPR RI dan para Rektor PTN di DIY yakni UGM, UNY dan UPNVY. Usai pelaksanaan proyek air bersih tersebut, Kemenristekdikti berencana pula mengembangkan sektor peternakan di daerah tersebut. Bekerja sama dengan para akademisi dan Kementerian lainnya, berbagai teknologi juga akan diterapkan pada proyek-proyek selanjutnya.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN