2025, DIY Jadi Pusat Kebudayaan Asia Tenggara

Tanggal Rilis :
Jumat, 09 Februari 2018
Penulis Artikel :
Humas
Fotografer :
Beny
Lokasi :
Gedhong Pracimasana, Kepatihan

Yogyakarta (08/02/2018) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan tahun 2025 menjadi pusat kebudayaan di kawasan Asia Tenggara. Bahkan tak hanya unggul pada bidang kebudayaan, DIY juga harus bisa menjadi pusat pendidikan dan pariwisata.

 

Hal tersebut diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DIY Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si saat menyambut kunjungan delegasi Flinders University, Australia. Kunjungan para mahasiswa Flinders University tersebut dilakukan Kamis (08/02) dalam rangka study tour mempelajari budaya dan tata kelola pemerintahan DIY. Rombongan Flinders University diterima di Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

 

Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si  mengungkapkan, DIY sebagai pusat kebudayaan, pendidikan dan pariwisata di Asia Tenggara itu merupakan target jangka panjang Pemda DIY. Dalam beberapa tahun terakhir ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapainya.

 

“Kami telah menggalakan daerah-daerah untuk berbenah dan mengangkat berbagai potensi yang ada. Tidak heran jika semakin banyak destinasi wisata yang ada di DIY ini." ujar Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si.

 

Asisten I Sekda DIY pun menambahkan, guna membangun potensi wisata di daerah-daerah di DIY, Pemda DIY pun telah berkoordinasi dengan Pemerintak Kota maupun Kabupaten dalam melakukan moratorium pembangunan hotel. Kebijakan penghentian sementara penambahan hotel di DIY tersebut dilakukan untuk mendorong tumbuhnya desa-desa wisata yang ada di daerah. Hal itu dilakukan agar masyarakat pun bisa turun menikmati keberhasilan majunya dunia pariwisata DIY.

 

“Melalui Dinas Pariwisata, kita pun terus berinovasi membuat event-event berskala internasional supaya DIY semakin dikenal dunia internasional. Lewat berbagan kegiatan pariwisata skala internasional itu promosi tentang DIY dilakukan, termasuk melalui pertemuan-pertemuan pariwisata antar negara,” papar Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si.

 

Selanjutnya, turut dijelaskan tentang keistimewaan yang dimiliki oleh DIY. Menurut Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si, merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi Pemda DIY menerima kunjungan. Ia berharap para mahasiswa asal Australia tersebut bisa menikmati budaya dan pariwisata Yogyakarta.

 

“Satu kali berkunjung ke Yogyakarta tidak akan cukup. Sekali berkunjung ke Yogyakarta pasti anda akan selalu ingin kembali. Kapanpun itu kami akan selalu menyambut anda sekalian. Saya berani memberi garansi,” imbuh Drs. Sulistyo, SH., CN., M.Si.

 

Dosen Flinder University Priyambudi Sulistiyanto mengatakan, kunjungan delegasi asal Flinder University ke Yogyakarta kali ini sudah yang kesekian kalinya. Melalui kegiatan beasiswa New Colombo Plan, setiap tahunnya diadakan seleksi bagi mahasiswa yang tertarik belajar bahasa dan budaya Indonesia.

 

“Tahun ini kami membawa 23 mahasiswa. Kunjungan ke Indonesia ini meliputi Makassar, Yogyakarta dan Jakarta. Khusus di Yogyakarta, kami mengajak para mahasiswa mempelajari keistimewaan Yogyakarta, termasuk belajar budaya Jawa,” imbuhnya.

 

Diungkapkan Priyanbudi, tujuan diselenggarakannya study tour tersebut ialah memperkenalkan Indonesia pada para mahasiswa agar terjadi kedekatan people to people antara masyarakat Australia dengan Indonesia. (Rt)

 

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN